Monday, October 27, 2014

Tata Letak Fasilitas PG. Krebet Baru (III)



3.4    Mesin, Peralatan Dan Tata Letak Fasilitas
Mesin dan peralatan yang ada di PG Krebet Baru I merupakan fasilitas-fasilitas yang menunjang kegiatan produksi gula, hingga menghasilkan produk baru yang dinamakan kristal gula (superieur hood suiker) yang akan dibahas pada halaman berikutnya.
Tata letak merupakan perencanaan awal suatu pabrik bagaimana cara menata mesin-mesinnya sehingga bisa memenuhi kegiatan gerak produksi sehingga berjalan secara baik. Menurut Wingsnosoebroto (1996), tata letak merupakan tata cara pengaturan fasilitas pabrik guna menunjang kelancaran produksi dalam pabrik. Bentuk lay out pabrik dipengaruhi oleh sifat, urutan proses produksi, macam produk serta modern tidaknya fasilitas yang digunakan. Menurut Assari (1980) lay out dapat dibagi menjadi 3 bagian besar yaitu ;
1.    Lay Out By Product (Lay Out Line)
Lay out by product merupakan proses terbaik, yang diterapkan dalam proses produksi secara terus menerus dan besar-besaran. Penyusunan mesin-mesin ini ditempatkan menurut urutan yang dikehendaki dalam kegiatan proses produksi yaitu urutan yang merupakan satu baris.
2.    Lay Out By Proses
Lay out by proses yaitu lay out yang digunakan untuk proses produksi, dimana aliran materialnya terputus-putus serta mesin-mesinnya disusun secara berkelompok atau departemen. Jadi dalam hal ini, operasi yang sama dilakukan semuanya di suatu tempat atau departemen tertentu.
3.    Lay Out By Stationary
Lay out ini digunakan untuk proses produksi yang besar-besaran. Tata letak ini mengatur pekerja serta perlengkapan yang didekatkan pada material yang ditempatkan dalam suatu tempat.
Pada PG Krebet Baru I Bululawang, Malang hanya menproduksi satu macam produk yaitu gula (SHS). Produk yang diproduksi juga terbilang  dalam jumlah yang besar, penanganan dalam setiap inspeksi jumlahnya sedikit, dan satu mesin hanya digunakan untuk satu proses produksi saja.
Karena beberapa alasan tersebut, PG Krebet Baru I Bululawang Malang ini mengunakan Lay Out By Produk dimana mesin dan fasilitas produksi diatur menurut urutan proses produksi atau diletakkan berdasarkan garis aliran dari proses produksi tersebut. Bahan produksinya akan diproduksi secara bergilir dari satu mesin ke mesin berikutnya dengan tujuan untuk memudahkan dalam pengawasan setiap aktivitas proses produksi.

Spesifikasi Produk (iii)


3.3 Spesifikasi Produk
PG Krebet Baru I Bululawang Malang, memiliki spesifikasi produk yang ditentukan oleh PT. Rajawali Nusantara Indonesia dan disahkan sebagai hasil produk yang sah. Produk tersebut antara lain :
1.    Produk utama yaitu gula kristal putih (Super High Sugar) dengan bahan  baku utama tebu   dengan kualitas gulah yang paling bagus.
2.    Produk sampingan terdiri atas :
a.    Blotong Yaitu merupakan hasil sisa produksi dari proses pemurnian pada defekator dimana menpunyai fungsi sebagi pupuk.
b.    Tetes tebu Yaitu sebagian hasil sisa dari gula yang dapat digunakan sebagai bahan pengawet makanan ternak seperti sapi, serta dapat digunakan oleh industri kimia, industi etanol dan bahan industri bahan baku pangan.
c.    Ampas merupakan hasil dari proses pengilingan, dimana tebu yang di giling, diperas airnya (air nira tebu) dan sisanya berupa ampas yang dapat digunakan kembali sebagi bahan bakar pada pesawat boiler.

Bahan Baku (III)

3.2 Bahan baku
Bahan baku yang digunakan oleh PG Krebet Baru I adalah tebu. Bahan baku yang diperoleh dari tanaman petani Malang Selatan dikenal dengan nama Tebu Rakyat Indonesia. Untuk penanaman, PG Krebet Baru I sudah melakukan kerja sama antara masyarakat dengan menyediakan bibit-bibit tebu yang baik agar dikemudian hari, pada waktu musim tanam dapat di tanam oleh petani. Pada saat  musim panen tiba, tebu-tebu tebangan masyarakat (petani) dikirim dengan diangkut oleh lori yang telah disiapkan oleh PG Krebet Baru I. Agar proses pengangkutan tebu-tebu dari lahan masyarakat tidak terlambat maka PG Krebet Baru I bekerja sama dengan KUD sekitar agar membantu menyediakan transportasi dalam menunjang kelancaran pengangkutan tebu.
       
Gambar 3.1 Truk pengangkut Dan Lori pengangkut Tebu Masuk Pabrik
3.2.1 Bahan Baku Utama (The Main Raw Product)
Bahan utama dalam proses pembuatan gula adalah tebu itu sendiri serta komponen-komponen yang terkandung dalamnya. Dalam proses pembuatan gula menjadi gula kristal, maka pihak pabrik harus tahu tentang macam bahan kimia serta bahan organik yang dikandung dalam tebu-tebu yang akan diproduksi. Komponen atau bahan yang dikandung oleh tebu antara lain :
a)    Gula mengandung kadar air antara (64-75) %.
b)   Sukrosa antara (6-15) %.
c)    Gula reduksi (0.5-1) %.
d)   Zat organik lain (0,5-1 ) %.
e)    Zat organik (0.2-0.6) %.
f)    Nitrogen (0.5-1) %.
g)   Abu (0.3-0.8)%.
h)   Sabut (10-16) %
Dalam proses pengolahan tebu menjadi gula diharuskan mengunakan tebu yang baik. Dalam hal ini ditekankan pada para penebang (petani) tebu pada saat menebang tebu harus memilih dan melihat lebih dahulu kelayakan tebu yang akan di angkut ke pabrik sehingga pada saat tebu sampai di lokasi pabrik tidak susah dalam melakukan pemilihan ulang atau bisa lansung di tata untuk proses pengilingan. Tebu yang baik dapat mencapai hasil produksi gula yang maksimal dan baik pula. Oleh karena itu, hal ini sangat penting untuk diperhatikan, baik oleh pihak pabrik maupun para penyuplai tebu (petani).

3.2.2 Bahan Baku Penunjang (Materials Support )
Bahan baku penunjang  dalam proses pembuatan gula yaitu bahan-bahan yang digunakan untuk membantu mengendapkan dan menguapkan air nira tebu (gula mentah, raw sugar) sehingga di akhir proses dihasilkanlah produk gula bersih (SHS).
Bahan-Bahan Penunjang Itu Antara Lain ;
1.    Susu Kapur {Ca(OH)2}, memegang peranan yang sangat penting dalam pemurnian di pabrik gula. Dimana susu kapur digunakan  sebagai bahan yang fungsinya menaikkan kadar  pH nira, dan memurnikan kotoran yang terkandung dalam nira mentah (raw sugar) sehingga menghasilkan nira jernih yang kemudian akan di olah pada stasiun masakan.
2.    Gas Belerang (SO2) digunakan untuk proses sulfitasi pada unit pemurnian. Fungsi gas belerang ini adalah untuk menetralkan nira yang sudah diberikan dengan susu kapur, selain itu juga gas ini berfungsi untuk menbentuk endapan inti pada door clarifier yang dapat menarik gumpalan kotoran yang tidak stabil akibat penambahan koagulan di awal pengilingan (bak penanpung nira mentah)
3.    Flokulant berfungsi untuk mempercepat pengendapan kotoran pada nira mentah dengan menbenntuk gumpalan-gumpalan yang  kemudian akan dijadikan sebagai blotong (pupuk) nantinya. Pengendapan yang dimaksudkan disnini adalah gumpalan-gumpalan yang terjadi akibat penambahan flokulan.
4.    Asam phosfat berfungsi untuk menaikkan kadar phosfat dalam nira agar menghasilkan air nira mentah (raw sugar) yang jernih.

Proses Produksi



BAB III
PROSES PRODUKSI
 GULA DI UNIT PG KREBET BARU I

3.1 Proses Produksi
Proses produksi merupakan metode atau teknik tata cara kerja bagaimana memanage sumber-sumber seperti tenaga kerja, dana dan bahan yang ada agar  diubah untuk menperoleh suatu hasil tertentu, sedangkan proses produksi sendiri adalah kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau orang perorangan untuk menciptakan atau menambah mutuh dan kegunaan dari suatu barang dan jasa. Maka proses produksi dapat diartikan sebagai cara, metode dan teknik untuk menciptakan dan menambah kegunaan barang dan jasa dengan mengunakan sumber-sumber seperti, tenaga kerja, bahan, dana serta mesin-mesin yang ada dalam suatu pabrik (perusahaan) terutama di PT. Rajawali, Unit PG Krebet Baru I. Proses produksi yang dimaksud dalam bab ini adalah bagaimana cara para tenaga kerja di  PT. Rajawali, Unit PG Krebet Baru I menerapkan teknik untuk mengolah sumber hasil bumi masyarat Malang Selatan berupa tebu agar menjadi berguna dan sekaligus memberikan tambahan ekonomi dalam memenuhi hidupnya.
Hasil bumi masyarakat malang selatang diambil dan diolah dengan teknologi tinggi di PG Krebet Baru sehingga menghasilkan gula Kristal (SHS). Dalam menproduksi gula, tentunya perusahaan memerlukan alat pendukung utama produksi yang saling menunjang antara satu dengan lainnya, seperti bahan baku, mesin, tenaga kerja dan fasilitas lain yang diperlukan dalam kegiatan produksi tersebut. Bahan baku tebu adalah sasaran utama yang harus dipenuhi oleh pabrik dan masyarakat Malang Selatan sendiri, sebab yang diproduksi adalah gula. Mesin dalam PG Krebet baru I adalah faktor pendukung utama dalam kegiatan produksi. Sedangkan tenaga kerja adalah salah satu faktor yang sudah umum dan harus dimiliki oleh suatu perusahaan, dengan maksud bahwa semua kegiatan produksi, pengelolaan, pendanaan, penyiapan, pemantauan dan operasional seluruh isi dari perusahaan atau PG Krebet Baru I  dilakukan oleh para tenaga kerja yang handal ini.